1340 

PBAK IAIN 2021, Bekali Mahasiswa Sikap Moderasi Beragama

Penyelenggaraan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan IAIN Kudus  telah terlaksana pada 20-23 Agustus 2021 secara daring. Acara tersebut disiarkan melalui zoom meating dan YouTube streaming yang diikuti sekitar 2500 mahasiswa.

Kali ini mengusungkan tema ‘‘Mewujudkan Mahasiswa Berprestasi Unggul dan Moderat Demi Terciptanya Harmoni Toleransi Dalam Kebhinekaan dan Berakhlak Karimah’’. Menurut Supaat selaku Wakil Rektor I dalam mengisi materi ke-IAIN-an pada (23/8/2021) mengungkapkan, pengalihan penerapan Konsep Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada tahun ajaran 2021/2022 sebagai effort peningkatan kualitas mahasiswa yang berprestasi.

‘‘Di semester 5-7 mahasiswa boleh mengambil mata kuliah di luar prodi, baik di dalam kampus maupun di luar kampus,’’ ungkapnya.

Selaras dengan Supaat, Suyitno selaku Direktur Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Agama dalam pemaparan materi  menambahkan,  rumus KEP (Karakter, Entrepreneur, dan Prestasi) harus dipegang  oleh mahasiswa IAIN Kudus sebagai bekal di masa depan.

‘‘Karakter harus di dahulukan,  lalu entrepreneur baru kemudian pintar. KEP ini sebagai modal mahasiswa dalam menjemput masa depan, tambahnya saat pemaparan melalui zoom meating (23/08/2021).

Disisi lain, dalam  menghadapi tantangan revolusi industri yang diselingi munculnya paham yang melenceng dari ajaran Ahlussunah wal Jamaah, sehingga perlu pembekalan moderasi beragama pada mahasiswa baru  sejak dini.

HM Hartopo selaku Bupati Kudus menjelaskan pewarisan sikap moderasi yang diajarkan Sunan Kudus harus terus dirawat demi menjaga kerukunan bangsa.

‘‘Tugas kita saat ini berkenan merawat kerukunan sampai kapanpun demi Bhineka tunggal Ika,’’ jelasnya saat sambutan opening ceremony di perpustakaan lantai 4 IAIN Kudus.

Meskipun begitu, melalui video singkatnya,  Muhammad Ali Ramdhani menuturkan keberagaman Indonesia tidak menghalangi masyarakat untuk bersatu ditengah persatuan global sehingga perlunya memperdalam kecintaan terhadap Indonesia.

‘‘Masyarakat Indonesia mampu hidup berdampingan dengan segala keragaman, maka jangan pernah lelah mencintai Indonesia ditengah persatuan global,’’ tungkasnya.

Riza Zahriyal Falah, ketua Program studi PAI berharap, penanamn sikap moderasi sebagai bekal kemampuan soft skill mahasiswa  yang diterapkan kapanpun dan dimanapun.

‘‘Yang diharapkan, mahasiswa mampu bersikap moderat baik ketika sedang menjadi mahasiswa maupun setelah lulus nanti,’’ harapnya saat diwawancarai via WhatsApp (27/08/2021). (Alfia)


Lampiran Foto





Agenda Kegiatan
  • Call for Papers Conference of Islamic Education (CIE) 2016

    +

  • PUBLIC HEARING

    +

Video
width="350" height="450">

Back to Top